Mempercepat Koneksi Internet Speedy

Kecepatan memang adalah segalanya. Kecepatan yang dapat membuat kita menjadi puas akan segala hal. Internet yang memiliki koneksi yang cepat pastinya mejadi impian kalian. Apalagi yang sudah membeli modem atau ADSL Router dengan mahal dengan harapan koneksi internetnya bisa cepat.

Koneksi Speedy kata teman saya sedikit lambat, saya tidak tahu sebelumnya apa penyebab terjadinya masalah seperti itu karena saya tidak menggunakan speedy. Saya coba membantu teman saya dengan cara browsing di google dan saya mendapatkan informasi tersebut lalu saya berikan kepada teman saya. Dan it work !

Untuk kalian para pengguna speedy yang ingin menuntut atau menginginkan koneksi dengan kecepatan yang sesuai dengan iklan yang pernah ditayangkan pada layar kaca. Maka dari itu saya akan berbagi sedikit tentang Cara Mempercepat Koneksi Internet Speedy, berikut adalah caranya ;
  • Klik Start – Control Panel.
  • Selanjutnya klik Network and Internet Connections.
  • Lalu Klik Network Connections.
  • Pada Local Area Connections, Klik Kanan lalu pilih Properties.
  • Lalu Klik 2 kali pada Internet Protocol (TCP/IP).
  • Pada Tab General, Pilih tandai Use the following DNSA Server addresses dan isi pada kedua kolom dengan alamat DNS berikut. :
          - Preffed DNS Server: 2.124.204.34
          - Alternate DNS server: 202.134.0.155
          - Lalu klik OK.



Read More...

Cara mudah cari driver komputer

Ketika kita membeli sebuah komputer atau laptop dsb, seperti biasa akan disertakan drivernya. namum bagaimana jika driver yang disertakan hilang entah kemana. Tidak perlu kawatir beragam cara bisa kita lakukan diantaranya pada saat kita menginstall sebuah pc maka sebagian driver akan di kenali oleh windows dan sebagian tidak. bagaimana mencari driver yang belum di kenali ada cara yang praktis dan mudah. Tapi sebelumnya anda harus terkoneksi dulu ke internet untuk download driver tsb caranya:

1. Klik kanan My Komputer pilih properties
2. Pilih tab Hardware, kemudian pilih Device Manager
3. Klik kanan driver yang belum dikenali yang iconnya berbentuk tanda tanya [?], Kemudian pilih properties
4. Pilih Tab details, maka anda akan menjumpai Device Instance id pada colum dibawahnya terdapat id device hardware tsb.
contoh : [ PCI\VEN_8086&DEV_2983&SUBSYS_82761043;11583659&0&11 ]
6. Copykan device id tadi ke colum: Enter Divice ID kemudian OK
7. Driver akan segera muncul dan dapat anda download.
semoga bisa seditkit membantu teman-teman Kantin Kampus :D



Read More...

Reset TCP/IP Lewat NetShell

Jika Teman-teman seorang administrator jaringan yang biasanya bergelut dengan jaringan ingin mereset TCP/IP berikut ini caranya untuk mereset TCP/IP Lewat NetShell.
  • Klik Start, Run_CMD
  • Pada jendela Command prompt, ketikkan perintah NETSH dan tekan Enter. Perintah NETSH digunakan untuk mengaktifkan utility NetShell, ditandai dengan adanya prompt netsh pada layar anda.
  • Selanjutnya, ketikan perintah INT IP RESET RESETLOG .TXT tekan Enter. Perintah ini akan melakukan reset terhadap konfigurasi TCP/IP Anda dan menyimpan proses resetnya ke dalam file RESETLOG.TXT. Jangan lupa mencatat dan menyimpan konfigurasi TCP/IP anda sebelumnya.
  • Setelah selesai melakukan perintah diatas, NetShell akan kembali pada prompt nesth, ketikan perintah QUIT, Enter
  • Untuk melihat log reset bisa melalui Notepad lewat Win Explorer atau Command Prompt dengan mengetikan perintah NOTEPAD RESETLOG.TXT tekan Enter.
Perintah NetShell sangat berguna jika windows computer yang sedang anda tangani gagal masuk lingkungan GUI (Graphical User Inteface). semoga artikel ini dapat membantu anda.




From PC Media
Read More...

Cara Mempartisi USB Flash Disk

a. Merubah removable media ke fixed disk agar dapat dipartisi.
  1. Download software Lexar Tools disini, Trus ekstak atau langsung jalankan
  2. Tancapkan Flashdisk dan jalankan Lexar Tools yang sudah didownload tadi
  3. Pilih drive flashdisk anda kemudian Pilih opsi Flip Removable Bit
  4. Kemudian cabut flashdisk dari komputer dan kemudian tancapkan lagi. Sekarang flashdisk terdeteksi Windows sebagai fixed disk (bukan removable disk). Anda dapat mengeceknya dengan klik kanan pada flashdisk dan klik Properties.
b. Mempartisi di Flashdisk
  1. Klik Start menu, pilih Run dan ketik diskmgmt.msc kemudian tekan Enter.
  2. Akan muncul jendela Disk Management, klik kanan pada flashdisk anda mis USB(G:) dan klik Delete Partition.
  3. Klik kanan flashdisk anda lagi dan pilih New Partition
  4. Muncul New Partition Wizard, Buat “Primary Partition” dan pastikan isian pada Partition Size harus lebih kecil dari pada kapasitas flashdisk karena sisanya untuk membuat partisi ke dua. klik Next
  5. Pada Wizard berikutnya, berikan lokasi usb anda (nama) yang nantinya akan terbaca di Windows anda Mis: E,F,G,H dan selanjutnya format partisi menjadi FAT32.
  6. Setelah partisi pertama selesai dibuat, anda bisa membuat partisi yang kedua dengan mengulangi cara no 3 sampai 5 pada kapasitas flashdisk yang masih tersisa
  7. Selesai semua proses partisi di flashdisk, tes klik My Computer apakah Windows telah mendeteksi partisi di flashdisk sebagai disk yang terpisah layaknya harddisk di komputer jika iya berarti anda telah berhasil




c. Mengembalikan partisi flashdisk seperti semula
  1. Klik kanan pada Bootlt.exe, pilih Run As > Administrator. mungkin minta konfirmasi dan anda perlu menyediakan password Administrator.
  2. Pilih drive flashdisk anda lagi. kemudian klik tombol Flip Removable Bit.
  3. Cabut flashdisk dan tancapkan kembali.
  4. Sekarang Flashdisk Anda akan kembali menjadi Removable Disk.
Read More...

Bikin Hotspot Sendiri Hanya Dengan Laptop dan Modem

Pertama : Install dan Setting Modem
Mungkin langkah ini akan berbeda tergantung tiap-tiap modem atau operator yang anda gunakan namun gambaran secara umum adalah berikut ini.
- Pasang modem anda
- Install driver modem yang disertakan ketika anda membeli modem
- Setting modem meliputi APN, Username, Password dsb.
- Tes apakah sudah berhasil terhubung ke internet
- selesai

Kedua : Setting agar semua komputer dapat terhubung ke hotspot
Setting agar semua komputer yang terhubung ke hotspot nantinya agar bisa mengakses internet caranya :
  • Masuk ke Control Panel-Network Connection
  • Pilih Network connection yang kita gunakan untuk akses ke internet ( disini mis menggunakan Modem Wireless 3G yaitu pada “Wireless Network Connection 2?, kemudian klik kanan-pilih Properties.
  • Pilih Tab Advanced, beri tanda centang pada opsi “Allow other network user to connect through this computer’s internet connection. Pilih Home Networking Connection yang diizinkan ( dalam hal ini adalah network yang menjadi hotspot kita yaitu “Wireless Network Connection). Kemudian Klik OK. Secara otomatis Komputer yang terkoneksi dengan internet di set sebagai gateway.
Ketiga : Setting Jaringan Wireless Ad-Hoc pada laptop
Apakah anda tahu bahwa Anda bisa me-setup jaringan Wireless Adhoc untuk menshare koneksi internet di rumah tanpa harus menggunakan router atau switch?? Tentu saja anda bisa. Anda juga bisa menggunakannya untuk men-share file atau printer antara 2 atau lebih komputer dengan jaringan wireless. Perlu diketahui bahwa Anda bisa mempunyai 9 jaringan, dimana komputer bisa mengirimkaan data secara langsung satu sama lain. Kelemahan dari jaringan ini adalah jangkauannya yang terbatas. Anda akan perlu router wireless atau akses poin untuk jangkauan jaringan wireless yang lebih luas.

Alokasi Alamat IP
Anda bisa mengalokasikan alamat IP untuk setiap komputer yang masuk ken jaringan Ad-hoc wireless. JIka Anda menggunakan 3 komputer, Anda bisa dengan mudah meng-assign 192.168.0.1, 192.168.0.2,192.168.0.3 ke masing-masing komputer dengan netmask 255.255.255.0.Catatan : Jika Anda mempunyai Internet Connection Sharing yang di-enable pada host komputer, Anda bisa men-setup komputer klien untuk mendapat alamat IP secara otomatis, kemudian komputer-komputer tersebut akan bisa mengakses ke Internet.

Konfigurasi Komputer Host
  • Klik Start -> Control Panel -> Network Connections.
  • Klik kanan pada wireless network connection, lalu klik Properties
  • Pada Wireless Network Connection Properties, klik tab Wireless Networks.
  • Klik Add pada bagian Preferred networks.
  • Selanjutnya isilah Network Name (SSID) untuk jaringan yang akan Anda buat.
  • Jangan lupa untuk mencentang check box This is a computer-to-computer (ad hoc)network: wireless access point are not used.
  • Anda juga dapat membubuhkan WEP Password agar koneksi anda aman.
  • Klik OK dan OK lagi untuk menyimpan konfigurasi Anda.




Konfigurasi Komputer Klien
Windows XP otomatis akan mendeteksi jika ada Wireless Network yang aktif
  • Klik kanan pada icon Wireless Network yang berada pada taskbar, lalu klik View Available Wireless Networks.
  • Wireless Network Connection akan menampilkan list SSID wireless anda. Klik SSID wireless Anda lalu klik Connect .
Jika pada komputer host , Anda bubuhkan WEP Password maka windows XP meminta anda untuk mengisi password sebelum anda terkoneksi ke jaringan Ad Hoc Anda.
Update:
  • Untuk Windows XP yang tidak mempunyai DHCP Server service, user harus meng-assign alamat IP secara manual, baik yang broadcast maupun client yang terkoneksi .
  • Semua setting telah selesai. Sekarang koneksikan semua Laptop yang ada melalui wireless menggunakan sinyal Hotspot yang sudah dibuat tadi. Semoga bermanfaat
Read More...

Pengertian Berkas

Sistem berkas merupakan mekanisme penyimpanan on-line serta untuk akses, baik data mau pun program yang berada dalam Sistem Operasi. Terdapat dua bagian penting dalam sistem berkas, yaitu:
kumpulan berkas, sebagai tempat penyimpanan data, serta struktur direktori, yang mengatur dan menyediakan informasi mengenai seluruh berkas dalam sistem.

Konsep Dasar
Seperti yang telah kita ketahui, komputer dapat menyimpan informasi ke beberapa media penyimpanan yang berbeda, seperti magnetic disks, magnetic tapes, dan optical disks. Agar komputer dapat digunakan dengan nyaman, sistem operasi menyediakan sistem penyimpanan dengan sistematika yang seragam. Sistem Operasi mengabstraksi properti fisik dari media penyimpanannya dan mendefinisikan unit penyimpanan logis, yaitu berkas. Berkas dipetakan ke media fisik oleh sistem operasi. Media penyimpanan ini umumnya bersifat non-volatile, sehingga kandungan di dalamnya tidak akan hilang jika terjadi gagal listrik mau pun system reboot.

Berkas adalah kumpulan informasi berkait yang diberi nama dan direkam pada penyimpanan sekunder. Dari sudut pandang pengguna, berkas merupakan bagian terkecil dari penyimpanan logis, artinya data tidak dapat ditulis ke penyimpanan sekunder kecuali jika berada di dalam berkas. Biasanya berkas merepresentasikan program (baik source mau pun bentuk objek) dan data. Data dari berkas dapat bersifat numerik, alfabetik, alfanumerik, atau pun biner. Format berkas juga bisa bebas, misalnya berkas teks, atau dapat juga diformat pasti. Secara umum, berkas adalah urutan bit, byte, baris, atau catatan yang didefinisikan oleh pembuat berkas dan pengguna.

Informasi dalam berkas ditentukan oleh pembuatnya. Ada banyak beragam jenis informasi yang dapat disimpan dalam berkas. Hal ini disebabkan oleh struktur tertentu yang dimiliki oleh berkas, sesuai dengan jenisnya masing-masing. Contohnya:
  1. Text file; yaitu urutan karakter yang disusun ke dalam baris-baris.
  2. Source file; yaitu urutan subroutine dan fungsi, yang nantinya akan dideklarasikan.
  3. Object file; merupakan urutan byte yang diatur ke dalam blok-blok yang dikenali oleh linker dari sistem.
  4. Executable file; adalah rangkaian code section yang dapat dibawa loader ke dalam memori dandieksekusi.



Read More...

Atribut Pada Berkas

Berkas diberi nama, untuk kenyamanan bagi pengguna, dan untuk acuan bagi data yang terkandung di dalamnya. Nama berkas biasanya berupa string atau karakter. Beberapa sistem membedakan penggunaan huruf besar dan kecil dalam penamaan sebuah berkas, sementara sistem yang lain menganggap kedua hal di atas sama.Ketika berkas diberi nama, maka berkas tersebut akan menjadi mandiri terhadap proses, pengguna, bahkan sistem yang membuatnya. Atribut berkas terdiri dari:
  1. Nama; merupakan satu-satunya informasi yang tetap dalam bentuk yang bisa dibaca oleh manusia (human-readable form)
  2. Type; dibutuhkan untuk sistem yang mendukung beberapa type berbeda
  3. Lokasi; merupakan pointer ke device dan ke lokasi berkas pada device tersebut
  4. Ukuran (size); yaitu ukuran berkas pada saat itu, baik dalam byte, huruf, atau pun blok
  5. Proteksi; adalah informasi mengenai kontrol akses, misalnya siapa saja yang boleh membaca, menulis, dan mengeksekusi berkas
  6. Waktu, tanggal dan identifikasi pengguna; informasi ini biasanya disimpan untuk:
              1. pembuatan berkas,
              2. modifikasi terakhir yang dilakukan pada berkas, dan
              3. penggunaan terakhir berkas.

Data tersebut dapat berguna untuk proteksi, keamanan, dan monitoring penggunaan dari berkas. 

Informasi tentang seluruh berkas disimpan dalam struktur direktori yang terdapat pada penyimpanan sekunder. Direktori, seperti berkas, harus bersifat non-volatile, sehingga keduanya harus disimpan pada sebuah device dan baru dibawa bagian per bagian ke memori pada saat dibutuhkan.



Read More...

Metode Akses

Akses Secara Berurutan
Ketika digunakan, informasi penyimpanan berkas harus dapat diakses dan dibaca ke dalam memori komputer. Beberapa sistem hanya menyediakan satu metode akses untuk berkas.

Pada sistem yang lain, contohnya IBM, terdapat banyak dukungan metode akses yang berbeda. Masalah pada sistem tersebut adalah memilih yang mana yang tepat untuk digunakan pada satu aplikasi tertentu.

Sequential Access merupakan metode yang paling sederhana. Informasi yang disimpan dalam berkas diproses berdasarkan urutan. Operasi dasar pada suatu berkas adalah tulis dan baca. Operasi baca membaca berkas dan meningkatkan pointer berkas selama di jalur lokasi I/O. Operasi tulis menambahkan ke akhir berkas dan meningkatkan ke akhir berkas yang baru. Metode ini didasarkan pada tape model sebuah berkas, dan dapat bekerja pada kedua jenis device akses (urut mau pun acak).

Akses Langsung
Direct Access merupakan metode yang membiarkan program membaca dan menulis dengan cepat pada berkas yang dibuat dengan fixed-length logical order tanpa adanya urutan. Metode ini sangat berguna untuk mengakses informasi dalam jumlah besar. Biasanya database memerlukan hal seperti ini. Operasi berkas pada metode ini harus dimodifikasi untuk menambahkan nomor blok sebagai parameter.

Pengguna menyediakan nomor blok ke sistem operasi biasanya sebagai nomor blok relatif, yaitu indeks relatif terhadap awal berkas. Penggunaan nomor blok relatif bagi sistem operasi adalah untuk memutuskan lokasi berkas diletakkan dan membantu mencegah pengguna dari pengaksesan suatu bagian sistem berkas yang bukan bagian pengguna tersebut.

Akses Dengan Menggunakan Indeks
Metode ini merupakan hasil dari pengembangan metode direct access. Metode ini memasukkan indeks untuk mengakses berkas. Jadi untuk mendapatkan suatu informasi suatu berkas, kita mencari dahulu di indeks, lalu menggunakan pointer untuk mengakses berkas dan mendapatkan informasi tersebut. Namun metode ini memiliki kekurangan, yaitu apabila berkas-berkas besar, maka indeks berkas tersebut akan semakin besar. Jadi solusinya adalah dengan membuat 2 indeks, indeks primer dan indeks sekunder.

Indeks primer memuat pointer ke indeks sekunder, lalu indeks sekunder menunjuk ke data yang dimaksud.



Read More...

Struktur Direktori

Operasi Pada Direktori
Operasi-operasi yang dapat dilakukan pada direktori adalah:
  1. Mencari berkas, kita dapat menemukan sebuah berkas didalam sebuah struktur direktori. Karena berkas-berkas memiliki nama simbolik dan nama yang sama dapat mengindikasikan keterkaitan antara setiap berkas-berkas tersebut, mungkin kita berkeinginan untuk dapat menemukan seluruh berkas yang nama-nama berkas membentuk pola khusus.
  2. Membuat berkas, kita dapat membuat berkas baru dan menambahkan berkas tersebut kedalam direktori.
  3. Menghapus berkas, apabila berkas sudah tidak diperlukan lagi, kita dapat menghapus berkas tersebut dari direktori.
  4. Menampilkan isi direktori, kita dapat menampilkan seluruh berkas dalam direktori, dan kandungan isi direktori untuk setiap berkas dalam daftar tersebut.
  5. Mengganti nama berkas, karena nama berkas merepresentasikan isi dari berkas kepada user, maka user dapat merubah nama berkas ketika isi atau penggunaan berkas berubah. Perubahan nama dapat merubah posisi berkas dalam direktori.
  6. Melintasi sistem berkas, ini sangat berguna untuk mengakses direktori dan berkas didalam struktur direktori.
Direktori Satu Tingkat
Ini adalah struktur direktori yang paling sederhana. Semua berkas disimpan di dalam direktori yang sama. Struktur ini tentunya memiliki kelemahan jika jumlah berkasnya bertambah banyak, karena tiap berkas mesti memiliki nama yang unik.

Direktori Dua Tingkat
Kelemahan yang ada pada direktori tingkat satu dapat diatas pada sistem direktori dua tingkat. Caranya ialah dengan membuat direktori secara terpisah. Pada direktori tingkat dua, setiap pengguna memiliki direktori berkas sendiri (UFD). Setiap UFD memiliki struktur yang serupa, tapi hanya berisi berkas-berkas dari seorang pengguna.

Ketika seorang pengguna login, master direktori berkas (MFD) dicari. Isi dari MFD adalah indeks dari nama pengguna atau nomor rekening, dan tiap entri menunjuk pada UFD untuk pengguna tersebut.

Ketika seorang pengguna ingin mengakses suatu berkas, hanya UFD-nya sendiri yang diakses. Jadi pada setiap UFD yang berbeda, boleh terdapat nama berkas yang sama.




Direktori Dengan Struktur Tree
Struktur direktori dua tingkat bisa dikatakan sebagai pohon dua tingkat. Sebuah direktori dengan struktur pohon memiliki sejumlah berkas atau subdirektori lagi. Pada penggunaan yang normal setiap pengguna memiliki direktorinya sendiri-sendiri. Selain itu pengguna tersebut dapat memiliki subdirektori sendiri lagi.

Dalam struktur ini dikenal dua istilah, yaitu path relatif dan path mutlak. Path relatif adalah path yang dimulai dari direktori yang aktif. Sedangkan path mutlak adalah path yang dimulai dari direktori akar.

Direktori Dengan Struktur Acyclic-Graph
Jika ada sebuah berkas yang ingin diakses oleh dua pengguna atau lebih, maka struktur ini menyediakan fasilitas "sharing", yaitu penggunaan sebuah berkas secara bersama-sama. Hal ini tentunya berbeda dengan struktur pohon, dimana pada struktur tersebut penggunaan berkas atau direktori secara bersama-sama dilarang. Pada struktur "Acyclic-Graph", penggunaan berkas atau direktori secara bersama-sama diperbolehkan. Tapi pada umumnya struktur ini mirip dengan struktur pohon.

Direktori Dengan Struktur Graph
Masalah yang sangat utama pada struktur direktori "Acyclic-Graph" adalah kemampuan untuk memastikan tidak-adanya siklus. Jika pada struktur 2 tingkat direktori, seorang pengguna dapat membuat subdirektori, maka akan kita dapatkan direktori dengan struktur pohon. Sangatlah mudah untuk tetap mempertahankan sifat pohon setiap kali ada penambahan berkas atau subdirektori pada direktori dengan struktur pohon. Tapi jika kita menambahkan sambungan pada direktori dengan struktur pohon, maka akan kita dapatkan direktori dengan struktur graph sederhana.

Proses pencarian pada direktori dengan struktur "Acyclic-Graph", apabila tidak ditangani dengan baik (algoritma tidak bagus) dapat menyebabkan proses pencarian yang berulang dan menghabiskan banyak waktu. Oleh karena itu, diperlukan skema pengumpulan sampah ("garbage-collection scheme"). Skema ini menyangkut memeriksa seluruh sistem berkas dengan menandai tiap berkas yang dapat diakses.Kemudian mengumpulkan apa pun yang tidak ditandai sebagai tempat kosong. Hal ini tentunya dapat menghabiskan banyak waktu.
Read More...
  • Mahasiswa STMIK Duta Bangsa
  • description
  • description
  • description
  • description
  • description
  • description
  • description

Free Hosting

Free Hosting

My Blog List

A
B
C
     
D
E
F
DuGMp3    
G
H
I
Goo Otomotif HouseofScript  
J
K
L
Java Hotline    
M
N
O

My Games Collection

MeLangKah LeBih MaJu

   
P
Q
R
Pamella Decoration    
S
T
U
Studied WaLL    
V
W
X
     
Y
Z
0-9
     









Join....!


Free Domain

Free Domain

SiNyO. Powered by Blogger.